Thursday, July 8, 2010

Its true or just in my mind?


Apakah ini tidak terasa berlebihan? atau hanya aku yang merasa berlebihan?
Apakah ini sangat menyedihkan? atau hanya aku yang membuat ini terlihat menyedihkan?
Apakah ini ujian? atau hanya aku yang tidak sanggup menjalaninya?
Inilah hidup yang sesungguhnya, hidup yang benar2 dijalani dan harus dijalani. Tidak semudah yang dulu-dulu lagi, dan tidak seindah yang dulu-dulu lagi. Semua terlihat sangat kompleks dan absurb, butuh ketajaman nalar untuk menjalani ini semua.

 Jangan lanjutkan hidup jika tidak ingin tertimpa masalah, tapi adakah pilihan untuk itu? Semua hanya menjadi pertimbangan2 dikala otak mulai lemah untuk memikirkan kenapa harus saya, kenapa harus sekarang, kenapa , kenapa?
Adakah orang yang pesimistik seperti ini? Aku telah mempelajari banyak orang dengan berbagai karakter. Dan kecendrungan seperti ini kerap sekali dijumpai belakangan ini. Ini terbukti dengan banyak munculnya motivator2 dan buku2 tentang motivasi hidup. Helloooo tidakkah kalian perhatikan beberapa tahun kebelakang jarang sekali kita menjumpai buku bahkan orang2 yang ahli motivator kecuali para tokoh agama!.
Jangan terlalu naif dalam hidup ini, tidak akan ada orang disekitar kita yang benar2 bisa membantu permasalahan yang hanya ada dalam diri kita. kitalah yang menciptakan masalah itu, kitalah yang memperumit masalah itu, dan kita juga yang tidak mau keluar dari masalah itu.

Aku tidak sedang berbahagia saat ini, dan tidak pula sedang beruntung. Haruskah itu aku perbesarkan? atau haruskah semua orang mengetahui itu? Cukup jalani ini semua dengan hati yang tenang dan ikuti kata hati what suppose to do. Tidak lebih baik sih, tapi setidaknya setiap hari aku masih bisa tertawa dan yang terpenting masih bisa membuat orang nyaman dengan keberadaanku.

Sunday, July 4, 2010

Wink

Sumpah gw ga pentiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing bgt seeeeh

Tuesday, May 4, 2010

Kebenaran dari hati

Terasa sangat menyejukkan rasanya setelah semua semakin mudah untuk diterima. Tuhan telah menunjukkan kebenaran sebelum semua terlanjur jauh. Sesungguhnya terkadang aku tidak bisa mengendalikan diri untuk berhenti sejenak, berhenti memaksa otak mencari setitik kebenaran, dan tak jarang pula orang2 sulit dalam memahami diriku, memahami cara berfikirku..(naluri seorang libra mungkin). Padahal aku tau persis bahwa pikiranlah yang membuatku tetap berada dalam perbudakan, seperti yang  baru terjadi denganku. Aku broke up dengan seorang pria yang sedari awal kumulai hanya iseng2 semata dan sama sekali tak didasari hati ataupun cinta. Setiap hari hanya sibuk mengarang kebohongan dengan mengungkapkan kegombalan2 yang aku sendiri geli mengatakannya. its for fun. Tapi apa yang terjadi setelah brok up, yaaaaah aku bersedih dan marah.

Setelah mulai kembali membiasakan diri tnpa komunikasi2 konyol itu akupun mulai bisa berfikir jernih. Aku tau persis bahwa pikiranlah yang membuatku tetap berada dalam perbudakan. Tidak ada seorangpun yang kuasa membuatku marah kecuali pikiranku sendiri. Semua penderitaan ditimbulkan dan dibebankan oleh diriku.
Dan tentang bohong, Sebagian besar manusia berbohong hampir setiap saat, namun, kita tidak menyadarinya sehingga membuat situasi bertambah buruk. Saat kita menyadari bahwa kita berbohong, berarti kita memiliki persepsi atas realitas yang cukup memadai. Namun, jika kita menyatakan kebohongan dan tindakan bohong itu sebagai kebenaran, atau sewaktu kita menipu diri sendiri berarti persepsi kita telah mengalami penyimpangan yang sangat parah.
Tuhan sungguh telah menegurku dengan kejadian ini, dan Dia menegur dengan cara yang tak pernah kuduga. Tapi sungguh hal ini memberiku sedikit pelajaran dan rasa jera. Tidak semua dapat berjalan sesuai dengan inginku. Karena Tuhan Maha Pemilik Rencana.

Manusia adalah pembuat permainan sekaligus pemain. Dan satu-satunya hal terbaik yang bisa dilakukan ialah hidup dengan kesadaran yang lebih tinggi. Simple saja, misal tatkala seseorang melakukan sesuatu yang menyakiti orang lain, disengaja atupun tidak dia mempunyai pilihan untuk bertanggung jawab, atau malah membenarkan diri sendiri dalam situasi tersebut. Membuat rasionalisasi untuk membenarkan perbuatan sehingga perbuatan itu tidak benar2 salah, tetapi justru beroleh pembenaran.
Jangan membohongi diri sendiri, tentu hal seperti ini pernah kita lakukan terutama disaat "desakan keadaan". Ketika ada aspek diri yang ga dapat diterima, kita secara alami menyembunyikannya dari diri sendiri bahkan berpura-pura melakukan yang sebaliknya, dan malah memproyeksikan perasaan itu kepada orang lain.
Persoalan tidak terletak pada kenyataan bahwa tindakan itu menyakitkan orang lain atau fakta bahwa kita telah berbuat salah "sadarlah" itu sudah terjadi dan tidak bisa diulang lagi. Untuk membebaskan semua itu berilah pemaafan kepada diri sendiri. Kita tidak akan bisa melanjutkan hidup dan terbebas dari masa lalu jika tidak mampu memaafkan diri sepenuhnya.

Sesungguhnya persoalan dalam hidup tidak disulut oleh orang lain, tetapi oleh diri sendiri. Menimpakan kesalahan kepada orang lain hanya akan mendukung munculnya kembali situasi itu, sampai kita akhirnya bisa memahami pelajaran hidup dan berkembang menjadi manusia seutuhnya. Ingatlah ada Tuhan Yang Maha Megetahui segalanya. Vibrasi dan energi kekuatan Tuhan adalah cinta. Jadi, apabila sesuatu yang kita lakukan bukanlah cinta, maka yang kita lakukan itu akan terpantul kembali dan menghantam kita, sampai kita belajar dari pengalaman tersebut, itulah yang disebut "KARMA".

Saturday, May 1, 2010

1 may 2010

Ada ga sih yang lebih nyebelin dimalam minggu selain sakit gigi.... uuuuuuuuuuuuuh sebelnya diriku setelah luntang lantung 2 hari maksud hati malam minggu mo hangout tapi yang ada hanya gemes liat gigi ini bertingkah.
boseeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen ... sungguh sungguh bosen. Sama sekali i'v no idea 4 2nite. oh iya beberapa hari belakangan ini aku nyoba makan diluar sendiri, hal2 begini dulu terasa ga mungkin aku lakukan, tapi ternyata seru juga. datang ke cafe sendirian trus nikmatin makanan sendiri sambil memperhatikan tingkah laku orang2 disekitar. its fun.

Thursday, March 25, 2010

long time no see

duhhhhhhhh dah lama ga nulis nih,otak jadi mandeg..... dah banyak mall y didatangin n dah banyak cafe yg dikunjungin biar dapet inspirasinya. tapi tetep ajah blank

bosennn banget walo dah berada kembali ditempat kehidupan semula, tadinya kupikir tidak akan seberat ini
ternyata semua diluar prediksi. huuuuuuuuufh don't know what to do
hidup segan matipun enggan nih kalo bgini terus

Tuesday, January 26, 2010

Salahkah diri kita?

Lebih gampang menyalahkan “musuh dalam selimut” sebagai penyebab atas semua kesulitan yang dialami. Kita membutuhkan sesuatu untuk dipersalahkan, agar bisa melepaskan diri dari tanggung jawab. Tetapi apa yang terjadi dibalik penyebab itu?
Tekanan sebenarnya tidak muncul dari keberadaan musuh, tetapi dari seseorang yang memiliki maksud berbeda lalu mengungkapkannya secara persuasif, sehingga kita merasa tertekan , deperesi dan stress. Terkadang orang tidak mempunyai maksud atau semacamnya kepada kita. Mereka bermaksud baik, dan sering memang demikian adanya. Tujuan mereka hanya bertentangan dengan sasaran dan tujuan kita tanpa ada niat untuk menyakiti atau pikiran jahat direncanakan sebelumnya; semata demi alasan baik.
Kita sering merasa ditekan, tertekan, taukah bahwa tekanan sebenarnya bisa diartikan sebagai paksaan yang bersumber dari sasaran dan tujuan orang lain, yang mendorong kita untuk keluar dari waktu dan jarak yang dimiliki. Kitapun keluar dari identitas diri, masuk kedalam jarak dan waktu sasaran serta tujuan orang lain guna mengatasi situasi yang terjadi pada saat itu.
Aku akan merasa mendapat hadiah besar jika bisa bersikap realistis dan jujur, yakni berupa pelajaran berharga dari pengalaman. Hanya ketika aku sudah mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut, aku bisa melupakan kesalahan masa lalu dan menjadi diri sendiri dimasa kini.
Perlu juga kita cermati bahwa situasi kehidupan dimana kita merasa dipengaruhi atau menjadi korban merupakan sesuatu yang kita lakukan dan ciptakan sendiri. Situasi itu mungkin akan terlihat sebagai akibat kesalahan orang lain, tetapi bagaimanapun kita adalah penyebab utama dari kehidupan kita sendiri.
Selalu ada masalah dalam hidup. Persoalannya, apakah kita yang menguasai persoalan itu atau sebaliknya? Saran yang sangat simple dan mungkin jarang terpikirkan adalah biarkan masalah itu menjadi tantangan dan permainan yang dapat dinikmati. Setidaknya kita mempunyai sikap positif terhadap suatu hal yang selalu kita hindari. Kita juga perlu tahu tidak seorangpun mampu mempengaruhi kita kecuali pemikiran kita sendiri. Pikiranlah yang membuat kita tetap berada dalam perbudakan. Tidak seorangpun yang kuasa membuat kita marah kecuali pikiran kita sendiri.
Semua penderitaan ditimbulkan dan dibebankan oleh diri sendiri. Tak ada yang sanggup membuat kita khawatir kecuali diri kita sendiri. Tak ada yang dapat membuat kita marah, takut, terlukan, atau bahagia, kecuali pikiran kita sendiri. Karena jika kita tidak mengidentifikasikan pikiran dengan perkataan dan perlakuan orang lain terhadap kita, kita tidak akan terpengaruh sedikitpun.
Tidak dengan waktu sebentar bisa memahami ini semua, hanya ketika aku merasa sendiri dan bisa sendiri, semua ini bisa terkatakan. Aku harus memahami inilah jalan untuk menuju kebebasan utama, kebebasan yang selama ini aku cari.
Hidup tak bisa terus berlanjut jika aku selalu menyesali masa lalu dan jijik kepada diri sendiri. Perasaan ini muncul karena aku memandang masa lalu sebagai sesuatu yang tak berarti, tak bernilai, dan tidak lagi mempercayai diri sendiri. Daripada menghapus pengalaman aku akan merasa lebih baik kalau aku bisa mengambil hikmah sebisa mungkin dari pengalaman-pengalaman hidup itu. Hidup merupakan proses pembelajaran, dan pelajaran berharga berasal dari pengalaman pribadi.
Kebodohan dunia memang tidak akan hilang, tetapi kita bisa melihatnya dalam cara pandang yang berbeda sehingga menjadi lebih kuat dan efektif untuk bertindak.

Saturday, January 23, 2010

Dalam sunyiku


Aku tidak pernah memiliki siapapun untuk berbagi
     Akupun tidak berharap begitu
Aku tidak memiliki tujuan
     Akupun tidak berharap begitu
Aku tidak memiliki belahan jiwa
     Tentu akupun tidak berharap begitu
Aku tidak memiliki apa-apa
     Siapakah yang ingin demikian?

Setiap kesepian yang menyeruak kerelung jiwa, dan jantung ini tak tahan untuk berdetak kencang.
     Aku ingin mengadu
Setiap arah yang kutempuh, dan kaki ini mulai bimbang untuk melangkah
     Aku ingin dituntun
Setiap rasa yang tercipta, dan kasih saying tulus tak jua kunjung tiba
     Aku ingin dicinta
Setiap keinginan yang ingin kuraih, dan ketika nasib tak mampu berbuat
     Aku ingin memiliki

Tidakkah disadari bahwa hidup seperti langit?
Begitu luas, dan begitu tinggi
Terkadang terlihat cerah
Terkadang diselimuti awan beraneka bentuk
Terkadang terlihat berwarna merah seakan hendak murka
Terkadang bewarna gelap
Tidakkah hidup itu demikian?

Ditengah dinginnya malam
Aku menadahkan kedua tangan mungil ini
Merendahkan diri dihadapanNya
Bersimpuh dengan segenap rasa
Apa yang aku inginkan?
Aku membiarkan buliran air mata membasahi kain putih itu
Aku sudah tak sanggup berucap sehingga hanya hatilah yang mewakili
Mencoba mempasrahkan segalanya
Mencoba menanggalkan segala hina yang melekat
Aku hanya ingin menyerah padaMu
Aku hanya ingin menyandarkan segalanya padaMu
Aku hanya ingin mengabdikan diri ini padaMu

Sunday, January 17, 2010

busyeeeeeeet

Ga pernah kebayang lho pemikiran orang- orang tuh bisa jauh lebih maju dari kita. Bayangin wilayah bekas tambang aja yang biasanya dinegara kita jadi biang masalah (bekas tambang batubara disawahlunto pernah longsor dan menelan korban jiwa) ditangan orang2 ini bisa berubah jadi lebih menghasilkan dari tambangnya.
Kapan yah orang- orang Indonesia bisa mikir buat kemajuan dibanding mikir buat kekayaan pribadi. ckckckkckc


Thursday, January 14, 2010

Kisah Pecahnya Botol Susu



    Ada pengalaman yang buruk dimasa laluku. Begitu banyak kesalahan-kesalahan yang telah kulakukan. Akupun tidak pernah sukses dalam suatu hubungan, semua terasa seakan memburuk ketika perasaanku tidak pernah pulih. Berhari- hari bahkan terhitung bulan selalu diselimuti baying-bayang kejadian dimasa itu. Aku mulai menutup diri dan menjaga jarak dalam sosialitas. Setiap timbul keinginan dalam hati untuk memulai sesuatu hubungan yang baru, ketakutan selalu dating membayangi.
Hingga suatu saat ada seorang teman yang membagikan cerita kepadaku, cerita yang tidak akan pernah akan terlupakan.

“ Pada suatu pagi disebuah kelas ada seorang dosen datang dengan membawa sebotol susu yang kemudian ia letakkan diatas meja. Sementara itu, semua mata mahasiswa tertuju pada botol susu tersebut, dan bertanya-tanya, “apa hubungan pelajaran hari ini dengan botol susu?” namun tiba-tiba saja sang dosen memukul botol itu dengan punggung tangannya, dan botol itupun jatuh hingga menumpahkan isinya, lalu dosen itu berteriak “Jangan kalian tangisi susu yang tumpah ini.”
Setelah itu dosen memanggil satu persatu mahasiswa untuk mengumpulkan pecahan-pecahan botol yang berserakan dan susu yang tumpah diatas lantai, lalu ia berkata “lihat baik-baik , aku ingin kalian mengingat pelajaran ini seumur hidup kalian. Air susu telah tumpah dan mengalirkan isinya, walaupun menyakiti perasaan kalian, hingga kesedihan dan kesusahan menjerat laher kalian, namun tidak akan pernah mengembalikannya walaupun hanya satu tetes saja.”

    Bagiku perpisahan yang menyakitkan itu akan melekat selamanya dalam ingatan dan akan menjadi penghalang dalam kemajuan hidupku.
Dari cerita seorang teman tersebut aku berkesimpulan, walaupun sebenarnya mungkin agar kita berhati- hati dan waspada sehingga tidak terjadi kerugian tersebut, tetapi semua sudah terlambat, yang bias dilakukan hanyalah menghapus bekas dan melupakannya, kemudian kembali kerealitas dengan semangat dan bersungguh-sungguh.
Tidak ada gunanya menghukum diri sedemikian buruk toh semua telah terjadi, tidak akan bias dikembalikan seperti sedia kala.





Wednesday, January 13, 2010

crazy in love wif skirt


      Perubahan besar-besaran yang pengen gw lakuin hmmmm be more gurly.... jiaaaah ga banget sebenernya tapi melihat sosok wanita dengan tampilan memakai skirt so sexy. Hampir dimana-mana saat ini orang banyak memakai skirt dengan berbagai bentuk yang unik dan terlihat tidak ada rule yang melarang hal tsb dan gw akan memulai dari vintage.
     Dengan bentuk tubuh yang tidak proporsionalpun wanita tetap akan terlihat anggun dengan tampilan begini. Sebenarnya ada tujuan lain juga sih perubahan ini gw lakuin, yahhhh setidaknya mendukung revolusi besar-besaran dalam target 2010 gw.
     

Wednesday, January 6, 2010

Is not easy to be me...

Is not easy...
Aku hanya seorang wanita biasa yg tdk mempunyai kemampuan istimewa tetapi aku wanita dgn segudang hasrat. Terkadang diri ini tidak dpt membendung smua hasratku. Aku tidak pintar dan aku tidak menarik tetapi hati dan pikiranku adalah suatu hal yg kubanggakan. Aku tidak bisa mengendalikan pikiranku untuk mencari tau dan berpikir, aku jg tdk bisa menahan hatiku untuk mempunyai jiwa yg sensitif. Terkadang aku merasakan itu anugerah tetapi bisa jadi itu ujian, karena aku kesulitan dlm mengendalikan keduanya. Dan tak jarang keduanya tidak bekerja secara sinkron.
Terlalu banyak ingin dalam diri ini dan terlalu banyak takut yang menghalangi.
Takut adalah rasa berlawanan yg mengalir bersama dgn kebutuhan. Setiap ingin yg timbul dalam diriku pasti akan melewati celah takut. Keduanya tidak bisa kubendung dan pada akhirnya menimbulkan kesusahan d ujung hati karena hasrat tak terpenuhi.
Apapun yg aku lawan akan tetap terjadi. Keyakingn, perasaan, atau sensasi fisik yg tetap ada dan tak kunjung hilang biasanya dikarenakan tak adanya penerimaan dan didasari oleh rasa takut. Aku sendiri menyadari penangkal paling kuat dari rasa takut adalah kemampuan untuk menerima. Ada suatu prinsip dasar dari ajaran Budha yang menguatkan pemikiranku ini, yaitu menegaskan bahwa kepemilikan akan menuntun pada penderitaan, sehingga untuk mendapatkan kebahagiaan sejati dalam hidup kita harus mengganti rasa takut dengan penerimaan.


To be continue......

Wednesday, November 11, 2009

Ketulusan Ibu

Seorang ibu tampak tertidur lelah disova itu. Begitu banyak kepenatan yang dibawanya kealam tidur. Rutinitasnya melebihi orang kantoran. Bangun disubuh hari melaksanakan sholat dan lengkap dengan sunah-sunahnya. Begitu fajar mulai menampakkan diri beliau mulai menyiapkan sarapan buat keluarga tercinta yang masih sibuk dikamar masing2. Sarapan terhidang, beliau tidak serta ikut menikmatinya. Beliau kembali membereskan rumah yang masih dalam keadaan berantakan.
Rumah itu tidak begitu luas dan tidak pula diisi oleh suara anak kecil berlarian. Terlihat tenang , tentram dan damai. Dikala mentari sudah mulai meninggi beliau kembali sibuk didapur menyiapkan segala menu makan siang untuk suami tercinta yang sudah pensiun dari kerjaannya. Beliau tidak terlihat letih, tidak sedikitpun beliau berhenti bergerak karma akan ada saja yang dia kerjakan. Dikala siang, dimana orang2 sudah kembali sibuk dengan rutinitas beliau seharusnya bisa untuk tidur atau istirahat sejenak, tetapi tidak beliau malah berkotor-kotor ria dengan tanah dan kembang-kembang dihalaman rumah. Begitu suara azhan asar berkumandang beliau bergegas bersih-bersih dan menuju masjid.
Apakah beliau sudah berhenti?
Belum, sepulang masjid beliau bersiap lagi untuk pergi melakukan rutinitas sosialnya, arisan. Sungguh, terbuat dari apakah tubuhnya yang tidak mengenal lelah itu? Tetapi saat sosialitasnya itu merupakan istirahat jiwa baginya. Dan beliau selalu memastikan pulang sebelum semua orang sudah berada dirumah.
Dikala malam beranjak beliau kembali menyiapkan makan malam untuk seluruh keluarga. Tetapi beliau lagi-lagi tidak ikut bergabung makan, karena beliau sudah memiliki jam makan tersendiri.
Setelah semua keluarga selesai makan, beliau kembali beres-beres dan membersihkan semua sisa2 makanan. Seluruh anggota keluarga berkumpul sambil bercanda ria diruang tengah dan beliau terlihat bahagia melihat keharmonisan yang tercipta.
Istirahatkan beliau saat itu? Entahlah , dia terlihat duduk sambil memijit-kijit kakinya dengan obat herbal karena beliau sudah lama menderita penyakit asam urat, tetapi beliau tidak pernah mengeluh dengan penyakitnya itu.
Ketika dating seorang anak mengadukan segala kegundahan hatinya dan menceritakan kegagalan demi kegagalan yang dialaminya, sang ibu dengan penuh cinta mendengarkan dan dengan tulus memberikan semangat. Tidak sedikitpun menampakkan raut kekecewaan.
Dikala semua orang sudah kembali kekamar masing2 untuk beristirahat dan …. Ouhhhh lihatlah beliau tertidur lelap didepan televisi. Mukanya memancarkan raut ketulusan dan kebahagiaan. Itulah pengabdian seorang ibu yang tidak terbalaskan dengan apapun.


Kehidupan akan memberimu sesuatu yang sebanding dengan yang kamu berikan kepadanya, dan menghormatimu seperti kamu menghormatinya.

Tuesday, October 27, 2009

Dibawah Pohon PLN

Hmmm entah sudah berapa lama rasanya aku sudah tidak mendengar kata Pohon PLN lagi. Dulu setiap mengingat masa-masa lalu, hari-hari yang penuh keakraban kita sering teringat pohon PLN. Dimana kita menemukan tempat yang sesungguhnya sangat amat biasa tetapi mempunyai makna tersendiri.
Mungkin dimasa itu adalah puncak keakraban kita. Kita sama-sama tidak memikirkan beban, yang ada hanyalah 2 orang manusia yang saling peduli. Kita benar2 terlarut dalam suasana curahan hati, entah dia jujur atau tidak yang pasti aku tulus mendengar dan berbagi dengannya.
Malam kian larut namun kami tidak beranjak sedikitpun dari bawah Pohon PLN itu. Malam itu seakan menjadi malam pengukuhan bahwa kami adalah soulmate. Sebenarnya naïf banget karna aku hanya terlarut oleh suasana dan jauh didalam lubuk hati bahwa ini terasa sangat tidak nyata. Kami membahas berbagai hal, terutama tentang kami, tentang hubungan kami yang tidak bias disebutkan namanya. Dia bukanlah kekasih hatiku tetapi kami saling membutuhkan.
Mengapa Pohon PLN itu begitu berarti?
Setelah sekian lama berhubungan dan berteman, baru pada malam itulah kami bias bicara dari hati kehati, bicara tentang hubungan yang aneh ini. Kami memutuskan bahwa hubungan ini akan selamanya seperti ini. Tidak mengikat dan saling membutuhkan (sometime kami sama2 memiliki kekasih tetapi kami anggap ini privacy) dan sejujurnya hanya pada saat itulah sekali-kalinya aku melihat ada sisi yang rapuh pada dirinya, oleh sebab itu aku lebih banyak memposisikan diri sebagai pendengar.
Setelah kami terpisah dan komunikasi berjalan lancar, kami saling berjanji akan mengunjungi Pohon PLN itu, tidak tau kenapa tempat itu seperti memiliki keterikatan sendiri dengan kami. Namun beberapa bulan belakangan ini aku mendapati bahwa Pohon PLN itu sudah tidak dibuka untuk umum lagi dan sudah tidak terawat.
Aku mengabarkan kepadanya akan hal tersebut, dan dia merasa sedih akan hal itu. Kok bisa terjadi? Aku menjelaskan bahwa kondisi tempat itu saat ini.
Entah mengapa yang pasti bukan karena Pohon PLN itu sudah tidak ada hubungan kami semakin memburuk. Semua kenangan indah sudah tidak ada artinya. Bagiku itu hanya hal-hal bodoh yang tidak pantas diingat karena begitu besar kekecewaanku.
Sahabat sejatiku, soulmateku , entahlah rasanya aku sudah terima bahwa begitu banyak perubahan yang telah kita lalui dan kita tidak bias memaksakan akan sama seperti dulu. Biarlah hubungan ini tetap ada walaupun tak terjaga dan memudar seperti Pohon PLN yang masih berdiri disana sendiri dikerumuni tingginya ilalang.
Puas rasanya bahwa sekarang kita memiliki hidup yang lebih baik, hidup kita sendiri.
Berjuanglah sahabatku, walau sudah tidak dibutuhkan lagi namun aku masih ada , aku masih dsini.

selamat menikmati kisah yang lebaaaaaaaaaaaaay ini kawan!

Monday, October 19, 2009

Berguna

Alkisah disebuah desa hidup sepasang kakek nenek. Desa tersebut terkenal dengan desa yang sulit dialiri air . Sang kakek setiap hari bertugas membawa air dari sumber mata air menu rumahnya. Dia membawa 2 bejana air yang digantungkan dikedua ujung tongkat dipundaknya. Salah satu bejana tersebut dalam keadaan retak, sedang yang satunya lagi utuh. Ketika sampai ditujuan. Air yang berada dalam bejana yang utuh ini tetap seperti semula, sedanglan yang berada dalam bejana yang retak hanya tinggal sebahagiannya saja.
Keadaan ini berlangsung kurang lebih 2 tahun, setiap hari kakek tsb mengambil air dengan bejana yang penuh dengan air dan bejana yang airnya hanya tinggal setengahnya saja. Bejana yang utuh merasa bangga pekerjaan yang dia lakukan sehingga membawa kebaikanbagi kakek tsb, sedagkan bejana yang retak merasa malu dan putus asa dengan kekurangannya karena dia menganggap bahwa dirinyalah yang menyebabkan sang kakek hanya dapat melaksanakan tugas setengah dari tugasnya.
Setelah beberapa waktu , bejana ini merasakan kegagalan terus menerus dalam hidupnya, hingga suatu hari dia berkata kepada sang kakek “ sungguh aku malu terhadap diriku sendiri, dan aku mau minta maaf kepadamu”. Sang kakek berkata “ mengapa kamu meminta maaf?” bejana menjawab “ selama 2 tahun retakan ini yang menjadikan berkurangnya air sepanjang perjalanan menuju rumah kakek.” Krmudian dengan tersimpuh dia kembali berkata “ karena semua itu, aku hanya dapat membawakan setengahnya saja, sedangkan kamu tetap berusaha membawaku dari sungai menuju rumahmu. Sungguh karena kekuranganku itu, kamu menjadi semakin lelah untuk terus mondar-mandir mengambil air.”
Sang kakek yang penyabar ini menjawab “ aku mohon kepadamu, ketika perjalanan pulang kita nanti , perhatikanlah bunga-bunga cantik yang tumbuh dipinggir jalan.”
Ketika ketiganya dalam perjalanan, bejana yang retak ini memperhatikan bunga-bunga liar cantik yang beraneka warna dalam kilauan matahari dan melambai-lambai karena tiupan angina. Tetapi semua ini tetap tidak dapat mengubah perasaan bejana retak, karena dia tetap saja menghabiskan setengah airnya dan kembali meminta maaf kepada sang kakek karena kegagalannya.
Kali ini sang kakek berkata kepada bejana retak “ apakah kamu tidak memperhatikan bahwa bunga-bunga hanya tumbuh disisi jalanmu saja? Aku lebih tau tentang kegunaan retakmu, sehingga aku telah menanamkanbenih bunga-bunga ini pada sisimu saja. Kemudian ketika kita kembali dari sumber mata air kamu menyiram benih-benih itu. Setelah itu, aku akan bisa memetik bunga-bunga cantik ini dan menghiasi meja makan rumahku. Jadi, seandainya kamu tidak retak seperti ini, nenek tidak akan menerima keindahan yang menghiasi rumahnya.”

Kisah ini sengaja aku ceritakan disini karena telah membuka pikiranku yanmg selama ini mudah putus asa dan bahkan kadang-kadang merasa tidak berguna. Sesungguhnya seburuk apapun dan segagal apapun, kita masih bias berguna buat orang lain. Mungkin secara sengaja kita tidak menyadarinya tapi itulah hidup yang menilai adalah Tuhan dan tergantung kebijaksanaan kita yang melakukannya. Bahkan hal-hal kecil yang sama sekali tidak ada artinya buat kita, bisa berarti besar buat orang lain.
Inilah fase-fase kehidupan yang mesti dijalani, karena kita memang harus benar-benar jatuh terlebih dahulu baru tau bagaimana rasanya sakit itu. Klise memang, tapi inilah reality.

Thursday, October 15, 2009

Thanx god

Happy bday to me , happy bday to me, happy bday, happy bday. Happy bday to me. Wwwwooaaah makin berkurang aja nih umurku. Lumayan haru sih hari ini temen2 pada ngucapin slmt tp sayang daku tidak bisa berada dsana, hmmm jadi sedih ngerayain ultah sendiri.
Ada yang nyebelin sore ini, si dia orang yahhh lumayan gw sebelin malah kasih ucapan y sama nyebelinnya ama dia eeeerrgggh mending ga usah deh ya.
But pointnya hari ini thanx to all of my friends. Smoga hari ini jadi awal yang indah dan membawa berkah yang berlimpah. Amin

Saturday, October 10, 2009

HALLO

Remember those walls I built
Well baby they’re tumbling down
And they didn’t even put up a fight
They didn’t even make a sound
I found a way to let you in
But I never really had a doubt
Standing in the light of your halo
I got my angel now
It’s like I’ve been awakened
Every rule I had you breakin’
It’s the risk that I’m takin’
I ain’t never gonna shut you out
Everywhere I’m looking now
I’m surrounded by your embrace
Baby I can see your halo
You know you’re my saving grace
You’re everything I need and more
It’s written all over your face
Baby I can feel your halo
Pray it won’t fade away
I can feel your halo (halo) halo
I can see your halo (halo) halo
I can feel your halo (halo) halo
I can see your halo (halo) halo
Woah…
Hit me like a ray of sun
Burning through my darkest night
You’re the only one that I want
Think I’m addicted to your light
I swore I’d never fall again
But this don’t even feel like falling
Gravity can’t forget
To pull me back to the ground again
Feels like I’ve been awakened
Every rule I had you breakin’
The risk that I’m takin’
I’m never gonna shut you out
Everywhere I’m looking now
I’m surrounded by your embrace
Baby I can see your halo
You know you’re my saving grace
You’re everything I need and more
It’s written all over your face
Baby I can feel your halo
Pray it won’t fade away
I can feel your halo (halo) halo
I can see your halo (halo) halo
I can feel your halo (halo) halo
I can see your halo (halo) halo
I can feel your halo (halo) halo
I can see your halo (halo) halo
I can feel your halo (halo) halo
I can see your halo (halo)
Halooooo ouuuu
Halooooo ouuuu
Halooooo ouuuu
Ouuuuu ouuuuu ouuuuu
Everywhere I’m looking now
I’m surrounded by your embrace
Baby I can see your halo
You know you’re my saving grace
You’re everything I need and more
It’s written all over your face
Baby I can feel your halo
Pray it won’t fade away



don't know why? but i like this liric. i thin' you so special and you my everythin'.
hope i can tell you all about this before.
damn did you know that i have this side? wkwkwkwkwkwkw bodo ah

Friday, October 9, 2009

Inginku

Andaikan kamu diberikan kesempatan terlahir kembali, kamu akan menjadi orang yang seperti apa?

Disaat aku SMP aku menjawab pertanyaan ini dengan jawaban yang sangat menggebu-gebu. Aku ingin terlahir kembali menjadi orang yang pintar, menjadi ketua osis dan dikenal semua orang minimal dikenal sekabupatenlah.

Disaat SMU akupun mendapatkan pertanyaan yang sama dan aku menjawab dengan sedikit malu-malu aku ingin terlahir dengan wajah yang cantik dan mempunyai seorang pacar anak basket yang berparas tampan yang diidolakan para cewek.

Kemudian saat aku masuk bangku kuliah aku kembali disodorkan pertanyaan yang sama. Kemudian aku menjawab, aku ingin terlahir kembali menjadi orang yang kaya, yang memiliki segala fasilitas pendukung agar aku jadi idola kampus. kecendrungan 80% mahasiswa akan memilih berteman dengan orang yang yahh bisa dibilang kayalah karena mereka dapat mengambil keuntungan dari situ.

Begitu masuk kedalam dunia kerja, akupun dihadapkan dengan pertanyaan yang sama. Aku hanya menjawab dengan simple, ingin menjadi bos dan mempunyai karyawan sendiri, dan pastinya bos yang down to earth.

Sekarang saat aku sudah tidak bekerja, aku sendiri yang memberi pertanyaan demikian terhadap diriku. seandainya terlahir kembali aku ingin menjadi orang yang tidak penakut, berani bicara, berani berbuat, dan ingin menjadi orang yang tidak hanya bicara saja berharap saja tapi bertindak.

setiap fase kehidupan memang mendewasakanku tapi dari itu semua ada hal yang sulit untuk dirubah , aku sangat takut untuk memulai sesuatu yang baru, takut gagal dan takut kecewa. ( bahasa orang2 sih krisis pede xixiixixix)

Mungkin kita hanya menjawab pertanyaan ini dengan berandai-andai, tapi dibalik itu semua aku merasa ada motifasi didalamnya. Memang itu tidak mungkin terjadi tapi kita justru bisa menjalankannya disaat kita merasa inilah fase terbaru hidup kita, inilah fase dimana perubahan itu harus dimulai.

Ketakutanku

Sungguh beruntung manusia diciptakan Tuhan dengan semua kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Namun keberuntungan yang paling besar dimilikinya adalah waktu. Waktu untuk mengetahui dan mempelajari. hanya sebuah perjalanan yang akan membuat kita berhenti sejenak dan merasa lebih baik….
Kita pasti selalu bertanya kenapa hidup itu begini dan begitu, kenapa harus dia dan kenapa harus terjadi. Mengeluh dan putus asa adalah satu hal yang selalu berada disekitar kita. Kita akan merasa lebih baik jika kita bisa menjadi seperti orang lain, kenapa pula dengan hidup yang sedang kita jalani sekarang? Sebuah pertanyaan besar yang jawabannya pasti akan berbeda bagi setiap orang, sebuah pemikiran yang absurb bukan?
Aku selalu hidup dalam ketakutan, ketakutan kehilangan apa yang aku miliki atau tidak dapat mencapai sesuatu yang aku inginkan. Setiap malam menjelang dan semua komunikasi terhenti hanya ada aku dan Tuhan maka beribu pertanyaan mulai mengitariku dan semuanya itu hanyalah pertanyaan yang selalu menjadi hantu ditiap-tiap malamku.
Bagaimana jika aku kehilangan pekerjaan?
Bagaimana jika badanku semakin kurus, maka bodyku akan menjadi jelek dan menyedihkan?
Apa yang terjadi jika aku menjadi tua dan lemah, sehingga tidak dapat berbuat sesuatu untuk orang di sekitar?
Aku takut akan semua itu. Tetapi sekarang , dengan memperhatikan kehidupan dan mempelajarinya, aku mungkin telah menemukan jawabannya setidaknya bagiku begitu.
Kalau aku tidak dapat pekerjaan untuk mencari sedikit nafkah, maka aku akan bekerja semata-mata untuk Allah swt, karena nafkah yang Dia berikan jauh lebih banyak dan tidak dapat ditandingi.
Kalau kuluangkan waktu sedikit lebih banyak untuk memikirkan sisi-sisi sentimentil dan rasional dan tidak terfokus pada kelemahan-kelemahan fisik saja pasti keindahanku akan semakin bertambah dengan berjalannya waktu.
Kalau aku sudah renta, dan memiliki kondisi fisik yang lemah, aku bisa memberikan kekuatan daya pikir, ketulusan cinta, dan kemampuan jiwaku dalam menanggung kesulitan hidup kepada orang-orang terdekatku.
Mungkin tidak hanya aku yang selalu dilanda rasa seperti itu, tapi hanya waktu yang tidak memungkinkan untuk memikirkannya. Disaat aku tidak banyak aktifitas sehari-hari dan waktuku hanya habis untuk merenung maka semakin lama semakin dilanda berbagai ketakutan. Untuk itulah aku mulai mengikhlaskan segalanya seandainya aku sudah tidak dapat bergoyang dan berjingkrak-jingkrak maka aku akan bernyanyi dengan bergembira, seandainya aku tidak mampu bernyanyi maka aku akan bersiul atau bahkan bergumam dengan suka cita, dan seandainya nafasku lemah aku akan mendengarkan dengan seksama dan hatiku akan berbicara dengan penuh cinta.
Ketika mentari mulai menyinsing, aku akan menghadapNya dengan khusyuk, sampai aku tidak sanggup melakukannya lagi, karena saat itulah tiba waktuku untuk menghadap Tuhan. Jadi , apa yang aku takutkan?
Aku pernah membaca sebuah pandangan mengenai hidup dalam buku yang aku lupa judulnya tapi aku merasa hal ini menarik kira-kira begini tulisannya “Didalam masa muda seseorang, setiap pribadi dan setiap peristiwa tampil unik. Seiring dengan beranjaknya usia, orang menjadi jauh lebih sadar bahwa peristiwa-peristiwa serupa berulang. Belakangan orang lebih jarang merasa senang atau terkejut, tetapi juga berkurang kekecewaaannya daripada ditahun-tahun sebelumnya”. Kesimpulanku bahwa apapun yang ingin dilakukan maka lakukanlah selagi masih muda dan tidak perduli itu akan berhasil atau tidak setidaknya kita telah mencoba. Disaat tua kita hanya akan menikmati hasil dari keberhasilan kita dan menertawakan hasil dari kegagalan.
Jangan lupa bahwa seburuk-buruknya kebodohan adalah kebodohan seorang manusia terhadap dirinya sendiri. Dan setakut-takutnya manusia adalah ketakutan terhadap dirinya sendiri.

(...desember 2006)

Thursday, October 8, 2009

berpikir lurus dan bengkok

Disuatu wilayah dinegara Inggris ada sebuah nisan, dan dinisan tersebut terukir sebuah tulisan yang mungkin ini yang mempengaruhi cara pandangku saat ini. Bunyi tulisan tersebut kira-kira begini

“ ketika umurku masih muda, aku adalah seorang yang mempunyai khayalan tinggi dan obsesi besar. Memperbaiki dan mengubah dunia adalah impianku tetapi ketika dewasa dimana aku telah banyak makan asam garam kehidupan, aku mulai paham bahwa dunia tidak akan berubah sesuai dengan kemauanku. Setelah itu aku mulai membatasi rencanaku. Cukup aku bisa memperbaiki dan mengubah negaraku saja. Sampai aku tau bahwa hal inipun mustahil aku lakukan.

Lalu pada saat usiaku semakin matang, terakhir kalinya aku kembali mencoba untuk memperbaiki orang2 terdekatku, keluargaku, teman2 tulusku. Namun sayang , aku dikejutkan oleh penolakan mereka atas perubahan-perubahan seperti itu! Sekarang ketika hanya tinggal menunggu kematian, aku mulai sadar seandainya saja aku berfikir untuk memperbaiki diriku sendiri terlebih dahulu, niscaya aku akan mempunyai banyak kesempatan untuk mengubah keluargaku yang menjadikanku sebagai teladan. Lalu dengan dorongan dan inspirasi dari keluargaku tercinta aku akan mampu meperbaiki bangsaku, dan siapa tahu dari situ aku dapat mengubah dunia.!”

Hmmm sungguh bijak orang yang bisa memahami makna dari tulisan ini, sungguh dari kecil saja aku selalu mempunyai cita-cita yang sangat muluk dan entahlah sekarang saja aku suka menertawakan diriku saat itu. Ingin jadi presiden, jadi astronot dan segala macamnya tapi aku tidak rajin belajar, aku tidak ingin tau apa itu astronot dan apa saja pekerjaannya sehingga waktu tinggallah waktu dengan segudang impian gila. Setelah SMP aku lupa akan cita-citaku, yang terpikir hanya cara agar lulus dan melanjutkan sekolah lagi begitu seterusnya sampai aku S1. Hah! sekarang hasilnya keluar masuk perusahaan. Disaat orang susah mencari pekerjaan aku malah selalu nekad untuk keluar karena aku tidak suka dengan sistem managementnyalah, lingkungannyalah atau atasannya yang terlalu mengatur.

Aku tidak ingin memahami menjadi karyawan itu seperti apa, yang aku inginkan hanya bekerja sesuai aturan dan jangan sekali-kali menegurku. Wkwkwk lucu yah berasa itu perusahaan ayahku saja. Tapi itulah aku selagi aku merasa benar maka aku tidak ingin diganggu aku tidak akan peduli kehidupan sosial diluar pekerjaan, karena aku sudah punya kehidupan sosial sendiri, dan jangan coba memaksaku ikut dalam kegiatan sosial diluar kantor yang aku rasa tidak berguna selain hanya untuk memperlanjar acara jilat-menjilat atasan. Aku tidak cocok dengan itu.

Cara pandangku memang berbeda, terkadang seperti orang yang hanya hidup dengan hedonisme semata, tak pernah terfikir untuk menabung bahkan mengirimi orang tua saja tidak pernah. Aku merasa aku sudah bisa hidup sendiri ditambah dengan kesenangan2 yang aku dapat, mereka pasti sudah cukup jadi tidak perlulah aku memikirkan kebutuhan mereka. Aku sungguh egois bukan? Tapi aku tidak pernah melanggar aturan mereka dan membuat mereka khawatir akan diriku walaupun aku jauh dari mereka, dan yang penting aku bertanggung jawab terhadap diriku sendiri.

Andai saja aku mempunyai cara pandang terhadap hidup berbeda, andai saja aku menghargai semua yang aku miliki, andai saja aku mencoba bersabar, andai saja andai saja dan andai saja. Coba kata itu aku ganti dengan aku akan lakukan , aku akan kerjakan dan aku akan berubah. Hmmmm jujur itu sulit bukan?

Wednesday, October 7, 2009

useless thin'

pagi kembali menyapa dihari ini, hari2 menjelang ulang tahunku. hmmm ga ada yang special dihari ini, hanya sisa2 kegundahan hati menahan rindu semalaman.
lagi-lagi kamu, sudah 3 hari ini aku terfikirkan semua sikapmu yang sangat tidak bisa dimengerti, itulah yang membuatku terfikir kembali. mencoba menggali makna dari sikapmu.
ahhhh sudahlah ini bukan saatnya bicara tentang kamu. aku ingin bicarakan pagi2 aku sudah luluran wkwkwkkw mana si mbo' lulurannya bawel lg, ngomongggggg mulu wkwkwkwk tapi gpp sih scara lulurannya ama pijitannya juga lumayan. lebih baik sering2 begini menyibikkan diri walaupun hanya melakukan hal-hal yang ga penting daripada sibuk mikirin kamu yang yaaaah entahlah ga ada habisnya.
aku belum sempat mandi tapi diluar sudah mulai sepi karena orang-orang sudah sibuk dengan aktifitasnya. saat-saat membosankan akan segera tiba dunia terasa hanya diisi oleh aku dan laptop ini, bebassssssssss. coba saat ini ada aku,laptop dan kamu....(lagi-lagi kamu).
btw kamu lagi ngapain yahhh, pasti lg sibuk dengan kantor barumu, dan kekasih barumu serta blackberry barumu, huuufh menyebalkan tidak ada aku dalam daftar barumu. smoga kamu sukses tanpa aku (hik hik hik hik) tapi its ok aku happy kok dengan kehidupan baruku juga.
jadi ngelantur yah , intinya sih akau mo ngomongin kamu tp moodku lg ga baik nih, next time aku curhatin kelakuan burukmu yah, jangan kwawatir komplit kok ga akan dikurangin ato ditambahin. sabar yah.
 
The other side of me Blogger Template by Ipietoon Blogger Template